Masih Belum Ada Judul
- Elmasyi

- Dec 4, 2025
- 2 min read
"Datang akan pergi Lewat 'kan berlalu
Ada 'kan tiada
Bertemu akan berpisah"
-Sampai Jumpa by Endank Soekamti-

Minggu ini salah satu kawan baik saya meninggalkan Bali for good. Dia akan melanjutkan studi S2 ke Australia. Sedih dan bangga kami mengantar kepergiannya. Momen ini menyadarkan saya bahwa tidak ada yang abadi. Yang datang akan pergi, yang hadir akan berlalu; karena kita semua harus maju. Demi masa depan dan kehidupan yang selalu kita usahakan menjadi lebih baik. Bila tinggal membuat kita sesak dan tak lagi tumbuh, maka berpindah adalah kebaikan bagi diri. Ini yang saat ini kawan saya lakukan, dan sebagai kawan baik, kami harus mendukung langkahnya.
Momen perpisahan ini anehnya jadi awakening moment buat saya. Hati saya tersentuh, dan setelah sekian lama saya menangis - meski cuma setetes dua tetes -. Bagi perantau yang selalu dalam kondisi survival mode, selama ini saya cenderung tidak menghiraukan drama kehidupan. Setiap ada rasa kecewa dan sedih, saya menghalaunya segera. Saya tidak menimang-nimang perasaan itu karena hidup di rantau terlampau sibuk. Saya harus kerja, bayar hutang, hidup hemat untuk bertahan hidup. Di tanah rantau, senyum dan tawa adalah topeng dan kesedihan tenggelam dalam hiruk pikuk bertahan hidup. Hati saya menjadi keras. Lalu datanglah momen ini. Momen dimana salah satu kawan baik saya berpamitan. Saya jadi tersadarkan, bahwa hubungan antar manusia itu suci. It is requiring emotional aspects seperti ketulusan, saling menghargai, bahkan saling menerima dan memaafkan. Menyadarkan saya bahwa hidup tidak hanya soal uang, hutang dan pekerjaan. Hidup juga soal kelembutan hati, cinta, dan persahabatan. Memang ada banyak yang membuat kita panik dan ketakutan, tapi ada banyak hal pula yang bisa kita syukuri, salah satunya pertemuan dengan kawan baik di perantauan. Hal yang saya pelajari, adalah untuk tidak taken anything for granted. Karena semua hal ada masa kadaluarsa-nya tidak terkecuali kehadiran dan hubungan manusia. Saya juga harus lebih banyak bersyukur atas berkat-berkat kecil yang luput terlihat karena kesulitan-kesulitan hidup yang ada. Yah, kita semua hanya manusia tempat salah dan lupa. Kita belajar dari kesalahan dan kealpaan yang kita lakukan. Saya berdoa semua kebaikan dan keberkahan akan menyertai perjalanan kawan Saya. Semoga keberhasilannya bisa kami ikuti, Amin.



Comments